Teman yang ku anggap baik ternyata tak selamanya baik. Aku sudah berusaha mempercayai semua perkataannya tapi semua itu dusta. Dia memandang ku hanya dengan sebelah mata saja. Entah apa yang telah mengubah semua itu, tapi itu nyata dalam hidupku. Apa salahku sehingga dia begitu tega memfitnah ku dengan semua aib-aibku. Padahal dia tahu hukumnya orang membuka aib orang lain.
Aku tahu persis sifatnya, tapi entah kenapa sekarang dia berbeda. Perkataan yang dia katakan padaku sudah tak pandang bahwa aku adalah sahabatnya. Persahabatan yang telah aku jalani selama ini telah gugur. Tak tahu apa sebabnya, tiba-tiba saja semuanya berubah drastis. Perubahan ini membuat hatiku tak kuasa untuk menahan semuanya. Hatiku tak sekuat orang-orang diluar sana , yang siap menahan semua amarah-amarah atau fitnah yang ada.
Hati ini lemah, lemah hatiku bukan tandanya aku putus asa dalam semua hal. Tapi dari inilah akan ku mulai suatu perbedaan dulu dan memulai yang baru. Terserah apa kata orang disana aku tak pedulikan meskipun itu temanku sendiri. Meskipun teman sendiri tapi ia mengingkari semua janji-janji dan semua apa yang dikatakan oleh dirinya dan kita berusaha untuk menjaga rahasia, tapi ia membocorkannya apakah itu masih di sebut teman.
Itu jelas tidak, dia adalah seorang pengkhianatan yang bermuka dua dan memakai topeng untuk menyamarkan dirinya. Itu sudah basi bagiku. Aku sudah muak dengan semua tingkah itu, tingkah yang konyol dan tak brmutu. Dia adalah orang-orang yang gagal dalam sebuah kepercayaan dalam hati seseorang. Kepercayaan yang telah ku berikan palah ia gugurkan dengan begitu mudah. Dengan mulut yang tajam bagaikan pisau yang siap mengiris-iris. Ku bingung dengan dirinya , keinginannya, apa yang sebenarnya ia harapkan sampai-sampai harus bersikap seperti ini.
Ketidak masuk akal yang telah dia lakukan sangat menyakitkan hati orang lain. Apa ia berfikir coba saja jika dalam posisi seperti itu, difitnah yang tidak-tidak itu karena tidak sesuai dengan realita yang ada. Teman jangan kau berbuat tak bermanfaaat untuk dirimu, gunakan waktu mu untuk kebaikan dirimu sendiri. Jangan kau urusi kehidupan orang lain. Jangan menjadi pendusta.

