Hampir seluruh dunia sekarang sedang terkena wabah, yaitu wabah corona hampir menyeluruh ke segala penjuru salah satunya daerah pesantren. Pada zaman Nabi Isa as. sudah ada wabah corona, dari corona ini jenisnya ada banyak sampai 112 jenis. Sampai-sampai santri harus waspada akan kahanan ini, peristiwa ini tak hanya meresahkan semua orang bahkan santri pun resah. Ketika mendengar kabar ini para santri takut akan keadaan di luar. Para pengasuh pondok pesantren pun bingung.Wabah ini mudah menular apalagi dalam kalangan santri yang berjumlah banyak.
Berawal dari gejala-gejala yang sepele sampai berbahaya. Penularan wabah ini dalam pondok berkembang sangat pesat. Untuk mengantisipasi penularan dalam pondok semua santri diharapkan untuk selalu memakai masker dan menaati protokol kesehatan juga saling jaga jarak satu sama lain. Tidak hanya itu pola makan juga harus kita jaga serta olahraga rutin supaya daya tahan tubuh kita kuat. Agar tak mudah terkena wabah.
Sebenarnya ada beberapa cara untuk mencegah virus corona ini, :
1. Melanggengkan wudhu
2. Memperbanyak sholawat
3. Rajin beribadah dan
4. Mendekatkan diri kepada Allah
Ada salah satu ulama berpendapat, beliau bernama Syekh Ahmad Al - Murzi " jika ada wabah di seluruh dunia atau di tempat anda berada, orang yang akan mengikuti Torekhoh Syadziliyah insya Allah dia tidak terkena wabah "
Kata Torekhoh Syadziliyah bagi para santri sudah tak asing lagi, Torekhoh ini sudah dikenal para santri sejak dulu. Rata-rata yang melakukan torekhoh ini wali santri dan pengasuh pondok. Dengan salah satu cara ini dapat terhindar dari wabah.
Dalam kitab HR Bukhari, menceritakan bahwa pada tahun 17 H, zaman khalifah Umar bin Khattab pernah pergi ke Syuriah di suatu daerah. Lalu bertemu dengan Abu Ubaidah, " Duh sahabat, maaf di daerah ini sedang ada wabah yang dinamakan طعول itu adalah sebuah penyakit sangat berbahaya. Ketika sahabat Umar sedang mendengarkan cerita dari Ubaidah, tak lama kemudian sahabat Umar menyuruh Abu Ubaidah untuk memanggil orang muhajir. Langsung sahabat Umar bermusyawarah. Orang-orang Muhajir berkata " sekarang sedang ada wabah wahai sahabat Umar"
"Lah terus saya harus gimana? " tanya sahabat Umar
Sebagian orang muhajir berpendapat boleh meneruskan saja dan sebagian berpendapat tidak boleh meneruskan.
Sahabat Abdurrahman bin 'Auf atau biasa dikenal dengan sahabat Ibnu Abbas berkata " Jika kamu mendengar disuatu tempat atau daerah ada wabah maka kamu jangan menghampiri atau pergi ke tempat itu dan jika di tempat mu ada wabah itu maka tinggalkan lah "
Dapat kita ambil dari kisah para sahabat bahwa ketika ada suatu wabah seperti itu, untuk meninggalkan tempat yang sedang ada wabahnya.
Kini wabah itu sudah sampai ke dalam kalangan santri, tidak hanya satu atau dua yang sudah terbukti positif terkena wabah itu. Meskipun mereka sudah menaati semua protokol yang ada. Namun virus ini sangat ganas. Untuk mengurangi jumlah santri yang positif pihak pondok berniatan untuk memulangkan santri. Tetapi menunggu waktu yang tepat.
Setelah lamanya wabah ini berkembang, dari pihak atas memerintahkan untuk semua santri diharapkan pulang ( kembali ke rumah), untuk kebaikan bersama. Mendengar kabar itu para santri senang. Tetapi juga ada sedihnya karna tak bisa bertemu dengan teman-temannya sampai waktu yang di tentukan.

