Tentang dia yang tak ada puas-puasnya untuk ku rasakan. Bukan sebuah kata yang mempuaskan hati, melainkan secangkir kopi yang setia menemani. Dalam sepiku dialah penyemangat ku untuk membangkitkan rasa yang lemah dalam diriku. Walaupun hanya secangkir kopi tapi itu sungguh berarti. Karenamu aku berharap semua akan lancar. Tanpamu aku akan cepat lelah. Rasa khasmu yang membuatku ketagihan. Aroma yang harum mewangi .
Malam-malamku yang dingin kau selalu menemaniku. Ucapan terima kasih tak cukup kesetiaanmu yang selalu ada untuk ku, dimanapu dan kapanpun. Karena kamu diriku selalu terdorong untuk kedepan dan lebih berusaha keras untuk mencapainya.
Disaat ku sendiri kau menemaniku, disampingku. Walaupun kau tak bisa bergerak seperti manusia bagiku tak masalah itu sudah hal yang wajar. Karena kau benda mati. Gak mungkin kau secangkir kopi dapat menemani ku sampai akhir hayat.
Perpaduanmu dengan gula dan cita rasa yang khas tak bisa ku lupakan. Itu sungguh nikmat . Sebuah kenikmatan duniawi yang tan ada tandingannya. Untuk pecinta kopi seperti ku sulit untuk meninggakkan kopi. Terbuat dari berbagai biji yang di dumbuk sampai halus.
Kopi kau lah canduku, dalam canduku akan menumbuhkan rasa khasmu yang selalu mempuaskan hatiku. Kata-kataku ini tak sebanding dengan apa yang telah kau lakukan. Terima kasih kau sudah menemaniku diwaktu malam dan pagi.

