Minggu, 18 September 2022

Misi Besar


 


Denis memetik sinar gitarnya, memainkan melodi yang terdengar asing asing di indra pendengaranku. Sejenak, itu berhasil mengalibkan perhatian ku. Pensil dalam genggamanku yang sejak tadi bergerak cepat akhirnya bisa beristirahat. Lima dari sepuluh soal dapat ku selesaikan. 

"Lagu apa? " aku melipat kedua tangan dimeja. Denis sekilas melirik ku, kemudian kembali menunduk. Dia tampan memejamkan matanya. "Kamu belum pernah dengar? "

"Belum" jawabku singkat. 

Denis akhirnya membuka kembali kedua matanya. Ia kemudian menurunkan kaki hingga menyentuh lantai. Dagunya menempel pada tubuh gitar. "Ini lagunya Bruno Mars, " jelasnya singkat. 

"Kamu beneran belum pernah dengar? " tanya Denis seperti tidak percaya melihat ku berfikir kelas. 

"Makanya, sekali-kali kamu harus dengar lagu-lagu barat. Aku baru sadar kalau punya temen gak up date kaya kamu"

Denis membenahi posisi duduknya. Selama sekian dia memainkan lagu, aku dibuat terkesima. Ketika ku mendengar bagian dari salah satu reff lagu, aku sadar bahwa Denis pernah menyanyikannya. 

"Kenapa? Aku keren? "

"Ya lumayan lah "mataku bohong

"Lagian sebenarnya aku udah tahu lagu ini kok, cuma tumben kamu nyayi versi mellow. "

"Mau aku nyanyiin lagu buat kami? "

"Hah.. Apa aku tidak salah dengar? Denis mau nyanyiin lagu buat aku, meskipun awalnya aku merasa lagu. Akhirnya aku mengangguk antusias. "

Aku diam beberapa saat. Sepertinya aku memang tidak salah dengar. Ada yang tidak sesuai dengan lagu tersebut. "Eh, can't? Kok liriknya diubah gitu? "

Denis memberengut. "Tapi kan.. "

"Tapi apa? "

" PRmu belum selesai juga? "

"Sengaja ngerjain PR lama-lama biar aku bisa nemenin kamu disini? "

"Aku udah selesai kok, kamu boleh pulang sekarang! " kata Denis memojokkan diriku. 

"Ngambek? "

Aku tidak mengomentarinya lagi. Segera ku rapikan alat-alat tulis diatas meja. 

"Ya udah aku pulang. Balik kesininya lagi kalau kamu sudah berhenti ngambek! "

Aku sendiri bingung kenapa aku bertingkah kekanak-kanakan. Mungkin karena ku mengiyakan perkataan Denis. Sungguh membingungkan apa yang terjadi saat ini. 

Misi apa yang harus aku lakukan untuknya agar ia tak ngambek. Dia adalah salah satu-satunya temanku yang dapat membuat ku tertawa dan tersenyum. 



Seseorang yang ku Nanti


 


Begini rasanya menjadi seorang siswa baru. Setelah dinyatakan lulus MOS aku akhirnya bisa menggunakan fasilitas yang disediakan sekolah. Tidak banyak yang menggunakan sepeda melainkan diantar oleh kedua orang tuanya menggunakan sepeda motor dan mobil. Denis adalah teman pertama yang ku kenal. Dia yang terlebih dahulu menghampiri ku saat aku menunggu seseorang di depan gang. Dari percakapan singkat yang terjadi saat itu, aku baru tahu bahwa ternyata gang tempat kami tinggal bersebelahan. 

"Kamu gak mau berangkat bareng sama aku aja? Biar lebih rame, "  Denis menawari ku untuk berangkat bareng. 
Aku hanya menggelenf, menolak tawarannya. Meskipun aku ingin membaur bersama mereka dan mencari teman baru. 

Perlengkapan semua siswi sekolah ini memang seragam. Mulai dari tas, kaos kaki dan sepatu, semuanya sama. Yang membedakan adalah ukuran dan nama yang dicantumkan pada tiap benda tersebut. Kata pihak sekolah, ini sengaja untuk menghindari kecemburuan sosial diantara para siswa. Setelah dipikir-pikir, memang ada benarnya juga. Jadi tidak akan ada adu merk. Saat disekolah, status kami sama, siswa. 

Kami terus menggayuh sepeda. Disana semua kulihat saling berpasang-pasangan deret -deret berjajar sementara aku sendirian mereka terlihat sudah begitu akrab. 

Tapi sejujurnya mendengar orang-orang disekeliling ku membacakan banyak hal aku teringat sama teman-temanku waktu SD. 

Sejenak aku dapat mengalihkan perhatian. Aku mendongakkan kepala, melihat seseorang yang sedang berpolah entah itu apa. 

Aku terdiam, memang benar-benar tak ada orang yang bisa ku ajak ngobrol semuanya akrab dengan teman-teman mereka sendiri sedangkan diri terdiam terpaku. 

Tepat di depanku.. 
" stop,!!! " Teriakan mendadak dari Kak Ranti membuat semuanya kaget. Aku yang tadinya sepaneng dengan keadaan, spontan aku mendongak jantung ku bedebar kenjang. Lalu aku menggosokkan tanganku kedada. 

Lalu orang yang membuat ku kaget mengucapkan maaf padaku, tenyat dia adalah seorang laki tampan. Sedetik aku melihatnya lalu dia memberikan padaku senyuman pertama yang begitu indah dari pemilik sebuah lesung disebelah pipi kanannya. Aku langsung menarik tangan dari dahi. Memalukan rasanya kalau dia sampai tahu insiden yang baru saja menimpaku. 

Dalam hatiku aku bersyukur karena sejak kejadian tadi, aku yang sebelumnya sendirian kini telah ditemani oleh malaikat tampan. Siswa yang jelas adalah kakak kelasku ia memiliki kulit yang bersih. Hidungnya manjung. Bagian depan rambut pendeknya dibuat sedikit naik dan terlihat kaku karena wax.  
"Kelas satu baru ya? "
"Eh iya, " ku lirik sekilas label kelas yang terjahit di lengan kanan bajunya, " iya kak.. " 

Dia menggangguk kecil beberapa kali kemudian menunduk, memerhatikan tas punggungku. Matanya menyipit, menyelidiki rangkaian huruf yang tertulis pada tas ku. "Kaira Arfiah" jadi panggilannya siapa? Kaira atau Arfiah? "

"Ah? "

Aku sedikit dibuat gelagepan karena tidak menyangka bahwa dia akan berinisiatif membaca namaku. 

"Oh jadi nama panggilannya Ah? "
"Hah? " aduh kenapa kata itu yang keluar dari mulutku. Aku jadi semakin salah tingkah dibuatnya. Aku tidak sampai membayangkan bagaimana kakak itu dihadapanku akan menyapaku demikian. "Eh, bukan gitu kak, panggil aja Kaira" aku berusaha mencairkan suasana, menyenangkan diri sendiri. Dia hanya manggut-manggut. 

"Kakak Rian Ardiyansah? "
Dia segera menutupi nama pada bajunya, mungkin merasa tidak nyaman jika aku mengucapkan nama lengkapnya begitu saja. 
"I'an aja ..panggilnya kak i'an! "
 
Itu kisah ku waktu itu. Membuat tersenyum-senyum sendiri ketika mengingatnya. 

Uji Kemampuan


 


Tiada kehidupan yang setara dengannya. Apapun itu bukanlah sebuah rekayasa yang telah dibuat olehnya. Melainkan kenyataan yang kini mendalam dalam dunia yang fana. Keberhasilan yang ia gapai tidaklah mudah, semua membutuhkan proses. Hati ini yang seharusnya berkata jujur tapi sekarang hanya diam terpaku tak berdaya. Hatiku lemah, bingung harus bagaimana dan berbuat apa. 

Hatiku tak sekuat baja atau pun besi. Hati ini lemah, jatuh terpuruk karena keadaan yang tak sesuai apa yang diinginkan. Pikiran ku pusing jika memikirkan keadaan ini. Keadaan yang seharusnya belum aku lakukan. Kini sedang ku alami walaupun sulit semua ini akan ku jalani sebisa ku dan sesuai kemampuan ku. 

Keahlian yang ku miliki tak sebanding dengan keadaan ini. Rasanya aku ingin lari dari kenyataan. Kenyataan yang belum bisa aku terima. Kebingungan selalu datang pada diriku. Semua bayang-bayang keadaan selalu menghantui diriku. Kemampuan yang seharusnya aku tunjukkan pada dunia kini sudah pupus. Semua harapan untuk masa depan sudah didepan mata, tinggal bagaimana kita untuk menjalankannya. 

Masih mampukah diriku menaungi semua ini. Apa aku harus pasrah, rasanya tak mungkin ketika ku belum ku mencobanya. Pasrah adalah salah bentuk rasa putus asa, tak ada rasa semangat sedikit pun untuk semua dengan apa yang sudah di depan mata. Bagaimana untuk meluapkan semua apa yang ada diunek-unek dalam pikiran ku. 

Sudah banyak aku menyimpannya, memori-memori yang membuat ku bingung rasanya aku membuang jauh sejauh mungkin, tapi selalu datang dan menghantui. Kapan aku akan siap untuk semua ini. Terlalu berat kawan, kenapa lagi dan lagi terjadi terulang kembali. 

Haruskah pergi dan meningggalkannya. Hatiku tak kuat. Aku akan berusah untuk mencoba dan terus mencoba. Hatiku tak akan goyah atau pun ptus asa. 

Minggu, 11 September 2022

Diary Kelestarian


 


Keindahan dunia yang kita miliki perlu kita sykuri dan perlu kita lestarikan. Banguna-banguna yang indah megah mewah nan elok di pandang wajib kita jaga. Jaga kau nodai yang telah ia bangun melainkan rawatlah dan jagalah. Ingat perjuangan yang telah ia lakukan untuk memperindah dunia ini. Keuletan mereka untuk menyusun semuanya dengan rapih dan jelih. Apa yang harus disusun terlebih dahulu agar enak untuk dipandang. 

Kejelihan mereka dalam menelusuri bahan-bahan yang akan dipakai sangatlah pintar. Tak semua orang dapat memilih mana yang baik dan mana bahan yang jelek. Karena ia membangun untuk dipamerkan keseluruh dunia bahwa karya ku, bangunan apa yang akau lakukan bukanlah hal yang biasa dan semua orang pasti tidak percaya 

Buatan tangan manusia apakah akan seindah dan semegah itu. Rasanya tak mungkin, pasti orang mengira itu hanya rekayasa manusia untuk membohongi banyak orang yang akan datang bergerombol. Dan akan takjub melihat semunya yang ada didepan mata. Kemustahilan yang tidak mungkin serasa yakin. 

Sulit untuk dipercaya untuk hal yang seperti ini. Tapi ini memang kenyataannya. Mau tidak mau kita harus mau. Kita di bangunkan sebuah pemandangan yang indah yang dapat kita pandi setiap hari tanpa harus membayar. Tanggung jawab kita cuma satu. Untuk saling menjaga keindahan kerapiha  dalam bangunan, jangan Oalh kita coret-coret dengan noda yang tak wajar. 

Kita tak membuatnya melainkan hanya menjaga. 

Diary Ketidak mampuan


 


Bisakah aku melihat ketidak mampuan diriku saat ini. Apa aku dapat meneropongnya dari kamera-kamera yang ada. Kesekian kalinya diriku seperti ini. Rasa tak mampu yang kini selalu membelenggu dalam hatiku. Terbelenggu dalam keheningan yang sunyi tiada tara dalam diri. Tak ada sinar dalam hati yang dapat menerangi. Bisakah kau berikan sedikit cahaya yang memberikan pencerahan dalam diriku. 

Kemampuan ku tak sebanding dengan kemampuanbya yang sudah ahli dalam hal yang seperti ini. Setiap seseorang memiliki daya kemampuan tersendiri. Dan sebuah kemampuan itu tak ada yang tahu. Itu adalah sebuah kelebihan dari setiap orang yang Allah berikan kepada setiap makhluknya. 

Susah untuk mengakhiri s mua ini, karena tak ada akhirnya. Pengakhiran yang tepat itu besok. Tuhan aku ingin menjerit sekeras mungkin. Aku ingin mengadu semua isi hatiku saat ini menit ini dan detik ini juga. Apakah kau mendengar jeritanku ini. Sungguh aku benar-benar tak mampu. Kemampuan ku belum seberapa dengan dirinya yang tangguh. Tuhan apa aku bisa menjalani semua ini. Terlalu rumit bagiku. Kehidupan yang ruwet dan ribet. 

Hati ini ta bisa tenang karenanya. Rasa gelisah selalu menghantui ku yang tak ada ujungnya. Kegelisahan hatiku saat ini benar-benar sangat tak wajar. Tapi aku yakin aku pasti bisa melewati semuanya. Jika ku gagal aku akan berubah sekeras mungkin dan sebisa mungkin untuk semuanya. Akan akau bukti pada dunia bahwa diriku bisa melewati semuanya. 

Tidak tercapai itu bukan hal yang membuatku mundur tapi itu adalah salah satu hal yang akan mendorongku. Berikan hati hambamu ini untuk selalu tabah untuk menghadapi semua hal. 

Sabtu, 10 September 2022

Kebinguna Sang Gadis


 


Istirahat kah atau terus berjuang hal yang membuatku resah. Rasanya pikiran dan kemampuan ku tak sanggup untuk menaruh beban semua ini. Kebingungan selalu melanda dalam hidupku. Ingin ku bercerita semua isi hatiku, tapi pada siapa. Sahabat ku yang selalu menemaniku kini ia telah jauh dariku. Ku dengar ia akan pergi membuat ku semakin tak sanggup. Setiap kata-kata yang ia berikan memberikan semangat dalam diriku. 

Apakah aku harus egois dengan diriku yang lemah ini. Rasanya beban ini terlalu berat jika ku tanggung sendiri. Tubuh ini sudah rapuh. Ingin berbaring sejenak merebahkan tubuh yang kecil pendek dan mungil ini. Tubuh yang seharusnya tak merasakan beban kini merasakan betapa beratnya beban yang dirasakan. Pikiran ku ini tak sampai dengan keadaan sekarang. 

Kini pikiran ku tertuntut untuk semua ini, hal ini keadaan ini yang belum sak mestinya menjadi pikiran ku. Karena keadaan seperti ini membuat diriku untuk berfikir lebih dewasa. Kedewasaan yang seharusnya belum terjadi pada ku. Tapi, aku tak bisa apa. Jujur aku belum bisa untuk menerima semua keadaan ini. Aku masih bingung harus berbuat apa maju kah atau mundur dan pantang menyerah. Semuanya itu tercampur menjadi satu membuat kepala ini rasanya ingin pecah. 

Tuhan rasanya hamba tak kuasa untuk menahan beban yang engkau berikan pada hambamu. Cobaan yang engkau berikan terlalu berat untuk hambamu ini. Tubuh dan pikiran ku sungguh belum mampu untuk menopang semuanya. Diri  diri ini butuh bimbingan dari sosok pemimpin yang tegas dan bijaksana. 

Yang dapat membimbingku sampai ku bisa untuk menopang semua beban-beban ini. Orang seperti diriku ini sangat membutuhkan sebuah bimbingan dan tuntunan dari sosok yang tegas untuk mendorong maju terus kedepan. Dorongan seperti inilah yang akan membawa keberhasilan. 


Minggu, 04 September 2022

Mendinginkan Pikiran

 



Hari telah tiba yang dimana aku dan para santri tunggu-tugggu dari sekian lama akhirnya kini sudah tiba. Hari dimana semua bebas. Hari ini ku ingin meng freskan semua pikiran ku tidak memikirkan beban yang selama ini membebeni dalam pikiran ku. Akan aku gunakan waktu ini sepuas mungkin. Membuang kesedihan dan mendatangkan kebahagiaan. Selama ini pikiran ku sangat rumit dan ruwet. Tapi karena ku sudah mendegar hari kebahagiaan ini sungguh benar-benar hatiku sangat senang. 

Yang ku maksud hari kebahagiaan yaitu hari libur. Libur untuk hiling-hiling sama teman. Sudah sekian lama hari ini aku dan teman ku tunggu. Sudah sekian lama hati ini menunggu. Beban yang ku alami sedikit hilang walaupun hanya sekejab. Setidaknya liburan ini dapat meringankan diriku dan pikiranku. Walaupun sebenarnya dalam hatiku liburan ini kurang lama. Tapi mau giman lagi ini sudah peraturan. Aku tak bisa membantahnya, aku juga sangat bersyukur dapat menikmati liburan seperti ini. 

Ada nikmat tersendiri dalam setiap liburan bagi para santri. Liburan ini aku ingin memuaskan diriku dengan keluarga besar ku dirumah. Kebersamaan yang sekian lama tak ku rasakan kini akan aku alami. Kebahagiaan kecil dengan keluarga akan menjadi momen yang tak akan terlupakan. Momen dimana saling tukar cerita satu sama yang lain. Kebiasaan-kebiasaanku di dalam pondok seperti apa dan teman ku yang sangat sayang padaku. Walaupun di pondok tak ada keluarga tapi disana aku tak kesepian. Semua teman ku disana sudah ku anggap seperti keluarga. 

Keluarga besar yang kedua. Sekarang ku sedang meninggalkannya sebentar untuk menjenguk keluarga pertama dirumah yaitu keluarga ku. Dalam keluarga pasti memiliki sifat dan watak yang berbeda, berarti sama dengan hidupku di pondok yang jauh lebih banyak orang nya dan juga wataknya. Kini ku sedang menikmati keindahan rumah suasana rumah masakan dirumah pokoknya semua apa yang ada dirumah sedang ku nikmati. 

Kebersamaan inilah yang terkadang membuat kita kangen dengan semua suasana yang kita lakukan bersama. 

Bermuka Dua


 


Teman yang ku anggap baik ternyata tak selamanya baik. Aku sudah berusaha mempercayai semua perkataannya tapi semua itu dusta. Dia memandang ku hanya dengan sebelah mata saja. Entah apa yang telah mengubah semua itu, tapi itu nyata dalam hidupku. Apa salahku sehingga dia begitu tega memfitnah ku dengan semua aib-aibku. Padahal dia tahu hukumnya orang membuka aib orang lain. 

Aku tahu persis sifatnya, tapi entah kenapa sekarang dia berbeda. Perkataan yang dia katakan padaku sudah tak pandang bahwa aku adalah sahabatnya. Persahabatan yang telah aku jalani selama ini telah gugur. Tak tahu apa sebabnya, tiba-tiba saja semuanya berubah drastis. Perubahan ini membuat hatiku tak kuasa untuk menahan semuanya. Hatiku tak sekuat  orang-orang diluar sana , yang siap menahan semua amarah-amarah atau fitnah yang ada. 

Hati ini lemah, lemah hatiku bukan tandanya aku putus asa dalam semua hal. Tapi dari inilah akan ku mulai suatu perbedaan dulu dan memulai yang baru. Terserah apa kata orang disana aku tak pedulikan meskipun itu temanku sendiri. Meskipun teman sendiri tapi ia mengingkari semua janji-janji dan semua apa yang dikatakan oleh dirinya dan kita berusaha untuk menjaga rahasia, tapi ia membocorkannya apakah itu masih di sebut teman. 

Itu jelas tidak, dia adalah seorang pengkhianatan yang bermuka dua dan memakai topeng untuk menyamarkan dirinya. Itu sudah basi bagiku. Aku sudah muak dengan semua tingkah itu, tingkah yang konyol dan tak brmutu. Dia adalah orang-orang yang gagal dalam sebuah kepercayaan dalam hati seseorang. Kepercayaan yang telah ku berikan palah ia gugurkan dengan begitu mudah. Dengan mulut yang tajam bagaikan pisau yang siap mengiris-iris. Ku bingung dengan dirinya , keinginannya, apa yang sebenarnya ia harapkan sampai-sampai harus bersikap seperti ini. 

Ketidak masuk akal yang telah dia lakukan sangat menyakitkan hati orang lain. Apa ia berfikir coba saja jika dalam posisi seperti itu, difitnah yang tidak-tidak itu karena tidak sesuai dengan realita yang ada. Teman jangan kau berbuat tak bermanfaaat untuk dirimu, gunakan waktu mu untuk kebaikan dirimu sendiri. Jangan kau urusi kehidupan orang lain. Jangan menjadi pendusta. 

Kehidupan yang Fana




Setiap manusia pasti memiliki sisih hati yang baik. Tak semua berperilaku jahat. Allah menciptakan makhluknya bermacam-macam sifat, sehingga kita bingung dengan apa yang telah Allah ciptakan. Kita sebagai umatnya hanya dapat mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Janganlah kau memandang seseorang dari sisi luarnya saja. Ketika kita belum mengetahui yang sebenarnya janganlah berpikir negatif dengan orang tersebut. 

Kebanyakan orang sekarang menilai seseorang dari segi luarnya saja, belum tahu hati dalam yang sebenarnya seperti apa. Penilaian yang seperti ini tindakan yang salah, karena tak sesuai dengan realita yang ada. Mudah menuduh yang tidak -tidak ketika kita belum tahu yang sebenarnya. Belajarlah untuk memahami setiap sifat yang seseorang orang miliki. Hargai setiap apa yang dia lakukan. Terimalah apa yang dapat ia berikan walaupun tak seberapa. Jangan sesekali kamu memandang seberapa banyak yang mereka kasih, tapi lihatlah ketulusan hati mereka yang benar-benar berniatan memberi tanpa pamrih sedikit pun. 

Kita tidak tahu hati nurani setiap orang yang paling dalam seperti apa. Pandangan setiap orang terhadap orang lain pun berbeda, cara bergaul mereka, dan tingkah lakunya pun beda. Setiap dalam kesabaran seseorang itu memiliki batas, walau sebenarnya kesabaran itu tiada batasnya tapi, kita ini makhluk Allah yang lemah. Kita tidak sempurna kita di dunia ini adalah makhluk ciptaan Allah yang tak bisa hidup sendiri, yang harus memiliki teman kerabat yang dapat menemani kita dikala besok. 

Sulit untuk menerima semua keseruan yang ada dalam dunia. Sungguh kehidupan yang ada dalam dunia ini seperti gambaran rekayasa belaka. Ketika kita belum mengetahui bahwa mereka tidak ada dalam dunia ini apa yang akan terjadi. Semuanya hancur, tiada kehidupan yang layak. Didalam dunia ini penuh dengan haluan -haluan yang tak selayaknya kita halukan. Haluan manusiawi itu tinggi seperti keingina yang harus terturuti. 

Rasanya sulit untuk menuruti semua ini kehidupan yang penuh dengan keegoisan pada diri sendiri. Sulit untuk menguasai diri sendiri. Terlalu berat beban yang ada dalam dunia sehingga terkadang kita tak kuasa dengan kefanaan dunia. Sulit untuk semuanya sungguh sulit. 

Minggu, 28 Agustus 2022

Cerita kehidupan


 


Hidup ini memiliki banyak makna. Tentang bagaimana kita menjalaninya, mengatur kehidupan yang telah kita lalui. Kehidupan ini memiliki banyak fatamorgana-fatamorgana yang membuat kita lalai akan apa yang telah kita lakukan. Menderita dalam dunia tak seberapa dengan derita dalam akhirat. Menjalani kehidupan yang telah kita lakukan tak pernah ada yang bisa tahu bagaimana cara untuk merubahnya. Kita belum tahu cara seperti apa yang harus dilakukan. 

Merubah takdir tak semudah yang dibayangkan, gambaran kehidupan tak semudah yang digambarkan. Lebih besar untuk berubah menjadi yang terbaik. Perjalanan hidup setiap manusia berbeda-beda. Dimana setiap manusia akan mengalami fase-fase dimana ia diatas dibawah dan ditengah. Janganlah sombong dengan derajat yang kau miliki. Rendah hatilah pada pada orang-orang yang berada di bawahmu. Kasihanilah pada orang orang kurang. 

Kesana kemari membawa kebahagiaan. Tanamkan kegembiraan dalam hari-hari mu. Jangan lah kau terlihat susah walupun kau sedang dalam keadaan susah.  Jika kau menikmati dengan santai sebenarnya kehidupan ini adalah seperti sebuah cerita dalam dongeng yang seperti rekayasa. Tanpa kita bekerja keras dalam kehidupan ini, kita akan hidup seperti apa. 

Apakah kita harus melihat ke angkasa pergi jauh ke atas sana. Tujuan yang telah kita lakukan atau yang telah kita impikan demi masa depan harus lebih baik. Kebaikan yang kita tanam akan berubah manis. Tetetapi jika kau tanamkan kejelekan jangan berharap akan mendapatkan buah manis juga. Karet semua itu akan timbal balik dengan perbuatan yang kita lakukan. 

Jangan berbosan-bosan kamu tanamkan kebaikan. Banyak menganggap dunia ini sangat fana. Tapi tidak bagi orang yang dapat mengubah dunia yang fana ini menjadi surgawi dunia. Kenikmatan tersendiri yang ada.