Denis memetik sinar gitarnya, memainkan melodi yang terdengar asing asing di indra pendengaranku. Sejenak, itu berhasil mengalibkan perhatian ku. Pensil dalam genggamanku yang sejak tadi bergerak cepat akhirnya bisa beristirahat. Lima dari sepuluh soal dapat ku selesaikan.
"Lagu apa? " aku melipat kedua tangan dimeja. Denis sekilas melirik ku, kemudian kembali menunduk. Dia tampan memejamkan matanya. "Kamu belum pernah dengar? "
"Belum" jawabku singkat.
Denis akhirnya membuka kembali kedua matanya. Ia kemudian menurunkan kaki hingga menyentuh lantai. Dagunya menempel pada tubuh gitar. "Ini lagunya Bruno Mars, " jelasnya singkat.
"Kamu beneran belum pernah dengar? " tanya Denis seperti tidak percaya melihat ku berfikir kelas.
"Makanya, sekali-kali kamu harus dengar lagu-lagu barat. Aku baru sadar kalau punya temen gak up date kaya kamu"
Denis membenahi posisi duduknya. Selama sekian dia memainkan lagu, aku dibuat terkesima. Ketika ku mendengar bagian dari salah satu reff lagu, aku sadar bahwa Denis pernah menyanyikannya.
"Kenapa? Aku keren? "
"Ya lumayan lah "mataku bohong
"Lagian sebenarnya aku udah tahu lagu ini kok, cuma tumben kamu nyayi versi mellow. "
"Mau aku nyanyiin lagu buat kami? "
"Hah.. Apa aku tidak salah dengar? Denis mau nyanyiin lagu buat aku, meskipun awalnya aku merasa lagu. Akhirnya aku mengangguk antusias. "
Aku diam beberapa saat. Sepertinya aku memang tidak salah dengar. Ada yang tidak sesuai dengan lagu tersebut. "Eh, can't? Kok liriknya diubah gitu? "
Denis memberengut. "Tapi kan.. "
"Tapi apa? "
" PRmu belum selesai juga? "
"Sengaja ngerjain PR lama-lama biar aku bisa nemenin kamu disini? "
"Aku udah selesai kok, kamu boleh pulang sekarang! " kata Denis memojokkan diriku.
"Ngambek? "
Aku tidak mengomentarinya lagi. Segera ku rapikan alat-alat tulis diatas meja.
"Ya udah aku pulang. Balik kesininya lagi kalau kamu sudah berhenti ngambek! "
Aku sendiri bingung kenapa aku bertingkah kekanak-kanakan. Mungkin karena ku mengiyakan perkataan Denis. Sungguh membingungkan apa yang terjadi saat ini.
Misi apa yang harus aku lakukan untuknya agar ia tak ngambek. Dia adalah salah satu-satunya temanku yang dapat membuat ku tertawa dan tersenyum.










