Tampilkan postingan dengan label Cerpen Kesederhanaan Yang Rumit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Kesederhanaan Yang Rumit. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Juni 2022

Kesederhanaan Yang Rumit


 Menghalu.. Mengeluh.. Tangis pilu, itu yang selalu dirasakan Sasha. Cita-cita yang dia dambakan sejak kecil hanya cerita yang tak nyata. Sejak ia duduk sekolah di SD cita-cita yang ia pilih sangat mulia, hanya ingin menjadi seorang guru. Semua itu pupus, itu hanya cita-cita yang ia sukai masalah tercapai atau tidaknya itu dia pasrah sama yang Maha Kuasa. 

Dari awal dia sekolah sampai lulus nilai yang ia dapat cukup memuaskan dan selalu mendapatkan prestasi. Dia hidup 2 saudara jarak mereka selisih 6 tahun. Ayah Sasha kerja merantau ketika Sasha berusia 5 tahun dan adiknya masih dalam kandungan ibunya. 

Suatu hari Sasha ngobrol dengan ibunya
" Bu.. Kenapa Ayah tak pulang-pulang, tinggal menunggu hari aku lulus " kata Sasha
" Sabar sayang.. Insya Allah bentar lagi Ayah pulang ko " jawab ibu
"Iya bu tapi... " kata Sasha sambil merenung
Lalu ibu memeluk Sasha dan mengelus-elus rambut Sasha dengan lemah lembut. 

Dekapan yang selalu menemaninya disaat dia senang maupun sedih, ketika sang Ayah merantau. 
Hari telah tiba, dimana kelulusan akan diumumkan. 
"Hari esok pengumuman kelulusan ku bu, Sasha udah gak sabar., tapi Ayah belum pulang juga. Aku ingin disaat pengumuman kelulusan ku Ayah ada bu " kata Sasha
"Iya sayang.. Ayah besok pasti datang" jawab ibu
"Tapi bu,. Gimana Ayah mau datang sekarang aja Ayah belum pulang?? " kata Sasha 

Tiba-tiba terdengar bunyi telepon 
Dring.. Dring... Dring... 
Lalu ibu mengagkatnya.. 
"Hallo.. Assalamu'alaikum " kata ibu 
"Wang alaikumsalam wr.wb" jawab si penelpon
"Ini Ayah bu... Ayah masih dalam perjalanan menuju pulang" kata Ayah
"Alhamdulillah syukur kalau begitu.. Cepatlah sampai Ayah, kasihan Sasha. Dia ingin disaat pengumuman kelulusan nanti kamu sudah sampai,. "jawab ibu 
"Iya bu ... Semoga Ayah cepat sampai bu" kata Ayah 
"Hati-hati Ayah.. " kata ibu 
" Iya bu.. " jawab Ayah 
Tut.. Tut.. Tut.. Bunyi HP mati. 

Ibu berusaha menenangkan Sasha disaat ia gelisah apakah Ayahnya akan datang atau tidak. 

"Tadi Ayah sudah kabari Ibu, Ayah lagi di perjalanan sayang" kata Ibu 
"Sungguh Bu.. Aku tak sabar menunggu Ayah pulang,. " kata Sasha

Waktu telah tiba tepat dimana hari pengumuman kelulusan. Ternyata Ayah Sasha belum juga sampai. Sasha sedikit kecewa Ayahnya tak kunjung datang sampai acara selesai. Setelah acara selesai Sasha pulang, sampai rumah ia murung sedih karena ayahnya tak ada. Tidak lama kemudian Ayahnya sampai. 

"Tok.. Tokk... Tokk.. Assalamu'alaikum wr.wb.. Ibu.. Sasha,. Sayang.. Ayah pulang" kata ayah
"Wang alaikumsalam wr.wb.. " jawab ibu sambil membuka pintu buat ayah
"Dimana Sasha bu, pasti dia kecewa sama ayah.?? " tanya Ayah
"Ya.. Seperti itu lah.. Dugaan Ayah benar sekarang dia sedang murung dikamar" jawab ibu
"Sasha.. Ini Ayah sayang.. Buka pintunya. Ayah punya sesuatu buat kamu.. " kata Ayah 
"Sudah lah yah.. Sasha gak butuh sesuatu itu.. " jawab Sasha dengan nada kesal
"Sayang.. Maafin Ayah ya.. Ayah gak bisa datang tepat waktu. " kata Ayah
"Semuanya sudah terlambat Ayah.. Kenapa Ayah gak jauh- jauh hari pulangnya, apa susahnya sih nya.. Sasha gak minta apa-apa. Sasha cuma minta Ayah datang disaat pengumuman itu. " jawab Sasha dengan nada terisak
"Bukanya kaya gitu sayang... Buka dulu dong pintunya biar Ayah jelasin semuanya" rayu Ayah
"Untuk apa..?? " tanya Sasha
" Sasha jangan seperti itu sama Ayah mu.. Gak sopan ibu gak pernah ngajarin kamu seprti itu. Buka dulu pintunya, dengerin alasan kenapa ayahmu gak bisa datang tepat waktu"  kata ibu

Tidak lama kemudian Sasha mau membuka pintunya untuk Ayah. Setelah dibuka Ayah menceritakan semua kejadia  selama di perjalanan. 
"Maaf kan aku Ayah, Sasha udan gak sopan sama Ayah, apalagi memaksa Ayah.. " kata Sasha 
"Gak papa sayang,. Ayah juga paham ko dengan apa yang kamu ingin kan. 

Setelah semuanya selesai mereka berpelukan, rasa hangat yang sekian lamanya tak terasa kini telah kembali.