Kyai Bisri terkenal kondang dengan karya-karyanya.Tidak kurang dari seratus judul karya,baliau menulis dengan tangan emasnya sendiri.Mulai dari yang tipis seperti terjemahan matan Safinah,sampai yang terbilang besar seperti Tafsir Al Ibris.Keahlian beliau ini sudah menjadi rahasia umum kala itu.Ternyata keahlian yang beliau miliki tersebut membuat teman karibnya,Kyai Ali Maksum silau alias kepancut.Bahasa halusnya bisa di katakan agak iri.Dalam suatu kesempatan keduanya terlibat dalam sebuah perbincangan yang terbilang unik atau bahkan sangat unik. "Kalau soal alim,barangkali saya tidak kalah dari sampeyan.Bahkan saya lebih alim" kata Kyai Ali Maksum dengan nada bercanda. "Tetapi mengapa sampeyan lebih produktif,sementara saya selalu gagal di tengah perjalanan? " keluh beliau "sampeyan menulisnya lillahita'ala sih..! " jawab Kyai Bisri sambil tersenyum.Artinya Kyai Ali Maksum kalau mengarang buku atau kitab niatnya ikhlas lillahita'ala,maka karyanya tak pernah selesai.Dengan kata lain Kyai Bisri kalau mengarang tidak pernah ikhlas lillahita'ala.Entah menulisnya karena ini ataupun itu.Tentu saja jawaban nyleneh dari Kyai Bisri itu membuat Kyai Ali Maksum diliputi pertanyaan."Lho! Kyai nulis ko tidak lillahita'ala,lalu dengan niat apa?" Kyai Ali Maksum bertanya penuh dengan rasa penasaran "saya berniat membuat ( bekerja), sama seperti penjahit.Penjahit itu meskipun ada tamu tak akan berhenti menjahit,punuknya bisa ngguling saya juga begitu. Karna sebelumnya sampeyan sudah berniat yang mulai-mulia,setan akan menggangu dan pekerjaannya pun menjadi ngarang atau tak jelas,sampeyan tak akan sukses.Baru nanti kalau tulisannya sudah jadi dan akan diserahkan pada penerbit,kita niati yang mulia-mulia,linasyril ilmi ( menyebarkan ilmu ) atau apa.Setan juga perlu kita tipu-tipu ujar Kyai Bisri sambil tersenyum bercanda.Artinya setan pasti akan menggoda orang yang melakukan sesuatu dengan tujuan yang mulia,sehingga terasa berat untuk diselesaikan.Para musuh anak adam tersebut akan berusaha maksimal menggagalkannya.Membelokkan tujuannya.Bismillah letak rahasia Kyai Bisri dengan sengaja beliau membuat niat yang tidak benar, agar setan mau mendukungnya dan menyemangati beliau, agar buku yang di karangnya bisa cepat selesai.Setanpun mendukungnya dengan penuh semangat.Bisa kita ambil dari segi positif bahwasanya kesungguhan,kefahaman seseorang sebanding dengan kekuatan niatnya.

