Tampilkan postingan dengan label Sang Pejuang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sang Pejuang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2022

Sang Pejuang


 


Kebahagiaan yang tertuai dalam hasrat seorang wanita yang dimana orang menganggap wanita itu lemah. Membuat seorang wanita tergugah akan kata-kata yang remeh. Kata orang wanita itu lemah, tapi tak semua wanita lemah, wanita adalah calon seorang ibu yang mempunyai hati lemah lembut dan penyayang. Yang tak dimiliki seorang pria.

Setiap kata yang ia sampaikan penuh dengan makna untuk masa depan kita. Tetesan air mata ketika ia berdoa untuk kebaikan kita. Jangan sekali kita membantahnya. Karena doa ibu lebih mustajab yang akan terijabah oleh sang Maha Kuasa. 

Perjuangan yang telah ia lakukan selama 9 bulan 10 hari, menahan semua rasa mual, sakit dan mulas. Pahlawan wanita kita yang tak ternilai batapa besarnya pengorbana yang ia lakukan untuk kita. 

Kata-kata terima kasih saja tak cukup untuk membayar pengorbanan seorang ibu yang bertaruh nyawanya sendiri demi kita. Jangan sampai kita menyakiti hatinya, jangan biar kan orang lain melukai hatinya. Jagalah ia sebagaimana kita menjaga diri kita. Jangan sesekali kita membangkang perintah nya. 

Ia yang merawat kita sejak kecil, dari hal yang tidak tahu sampai kita mahir dalam hal itu. Melatih kita penuh dengan kesabaran dan keuletan yang ia terapkan dalam dirinya. 

Tak kenal lelah jerih payahnya untuk kita. Berbalas budi seperti apa yang pantasnya untuk nya. Ketulusan yang ia berikan dalam setiap waktu, membuatku sangat menyayanginya. 

Dia adalah pendengar setia yang akan siap mendengarkan semua cerita hati kita, perasaan kita, peristiwa kita, dan keluh kesah kita. Dialah yang mengerti akan semua keadaan kita. Ikatan batin yang erat dengan batin sang anak sehingga ia bisa merasakan ketika kita sedang mengalami sesuatu. 

Naluri seorang ibu lebih kuat dari seorang ayah. Kasih sayang yang tak akan pernah luntur dari lubuk hatinya membuat kita enggan meninggalkannya. Terkadang aku bingung dengan orang yang diluar sana, yang begitu menyia-nyiakannya kedua orang tuanya karena pekerjaan yang tak layak. 

Bersyukurlah kita masih di kasih orang tua yang lengkap. Yang menyayangi kita selayaknya seorang orang tua terhadap anaknya. Manfaatkanlah waktu mu dengan baik, jangan kau sia-siakan kebahagiaan dengannya. Tumbuhkanlah keluarga yang harmonis, penyayang satu sama lain.