Arya mendekat ke arah Tasya yang tengah bercanda bersama Reiha. Tasya terlihat sangat kaget dengan kedatangan Arya yang tiba-tiba. Apalagi, wajah Arya terlihat kelam. Seperti ada amarah yang tersimpan didalamnya.
"Tasya, aku mau bicara sama kamu! " kata Arya dengan nada sinis.
"Mau bicara apa sih? Bicara aja disini bisa kan" jawab Tasya dengan nada santai.
"Aku cuma mau bicara berdua sama kamu! " jawab Arya.
Tasya terdiam menatap Reiha, Reiha mengangguk. Tasya berdiri lalu pergi agak menjauh dari Reiha.
"Mau bicara apa sih? Kayaknya serius banget? " tanya Tasya ke Arya dengan nada yang sedikit kasar.
"Kamu kenapa sih Tasya,? Tiba-tiba menjauh dari aku dan Gesya. Kamu tahu gak sih Gesya sedih banget lihat kamu seperti ini, " ucap Arya tanpa basa basi.
"Jawab Tasya! Jangan cuma diem kaya patung. Kamu punya mulut kan buat bicara? " kata Arya dengan nada meninggi.
Tasya menarik nafas panjang. Mengalihkan pandangannya dan menatap lekat Arya.
"Aku cuma butuh temen yang ngerti sama aku! Paham sama perasaan ku dan tahu apa yang aku mau " jawab Tasy meninggi.
"Ngerti? Paham? Selama ini Gesya kurang ngerti sama kamu? Kurang paham apa? Dia selalu ada buat kamu, nurutin apa yang kamu mau , ngikutin semua yang kamu mau! Emang Gesya pernah mengeluh atas sikap kekanak-kanakan kamu? " jawab Arya dengan nada marah.
"Maafin aku Tas, " ucap Arya dengan penyesalan
Tasya terdiam lalu bergegas pergi dari Arya.
"Kamu gak apa-apa kan Tas,? " tanya Reiha menunjukkan perhatian kepadanya.
Tasya menggelengkan kepalanya dan memaksakan senyumannya.
Seperti yang terjadi sebulan belakang ini, Tasya selalu menjemput dan mengantar Reiha. Tasya pun berkenalan dengan nenek Reiha yang sudah merawat Reiha sejak kecil tepat orang tua Reiha bercerai.
"Ya begini lah keadaan rumah Reiha, Neng. Pasti beda dengan rumahnya, Neng" kata nenek Reiha ke Tasya.
"Maaf ya, Tas. Ya kaya gini keadaan rumahku selama ini" kata Reiha
"Maaf kenapa? Keadaannya sama aja kok" kata Tasya.
Tasya, Reiha dan neneknya Reiha kemudian ngobrol bersama.
"Reiha di sekolah gimana, Neng? Nakal tidak? " tanya nenek pada Tasya dan menggoda Reiha.
"Waduh nakal banget loh, Nek"jawab Tasya yang ikut-ikutan menggoda
" Ih.. Tasya gak asik mah.. "Bantah Reiha dan melototi Tasya. Lalu mereka tertawa berbahak-bahak bersama.
Tawa mereka sangat renyah. Tasya memandang Reiha dan neneknya yang terlihat begitu akrab. Dia jadu teringat sama neneknya. Tapi sayang, neneknya jauh dari jangkauannya. Nenek dari mamahnya berada di Paris. Sementara nenek dari ayahnya sudah tiada.
Tasya jadi merasa iri pada Reiha yang begitu akrab dengan neneknya. Selama ini, Tasya tak pernah bertemu dengan neneknya. Setahun sekali pun jarang. Mungkin karena neneknya terlalu sibuk di negeri orang, mengurus bisnis-bisnya. Untung saja Tasya mempunyai orang tua yang walaupun sibuk, tapi tak pernah melupakannya.

