Krekkk....
Senin, 30 Mei 2022
Sebuah Bukti Kesungguhan
Krekkk....
Sabtu, 28 Mei 2022
Lembaran Baru
Kamis, 26 Mei 2022
Cinta Dalam Kebahagiaan Yang Nyata
Kesediha di masa lalu membuat ia menutup hatinya untuk seorang pria yang mencintainya, cinta adalah sumber kesedihan gadis itu sedangkan, pria hanya seorang yang menginginkan si gadis bisa merasakan sebuah cinta, dia hanya ingin agar gadisnya ini bisa merasakan cinta, dia hanya ingin agar gadisnya ini kembali tertawa dan bahagia.
"Aku tidak bisa mencintai seseorang lagi, rasanya sudah lelah dengan adanya cinta," kata sang gadis kepada pria yang ada di hadapannya.
"Aku bukan seorang lelaki yang terlalu beruntung untuk memiliki cinta, bahkan aku tidak mengenal seorang gadis pun dan sebuah cinta. Bagiku sikap baikmu, yang setidaknya ingin berbicara denganku itu bagaikan cinta untukku" kata sang pria dengan suara lirih, sayangnya suara itu tak mampu ditangkap oleh sang gadis, si pria langsung bergegas pergi.
Malam tiba didalam renungan si pria terus memikirkan bagaimana caranya agar membuy si gadis kembali bahagia. Tiba-tiba Tuhan memberikan ide. Hari demi hari berlalu dan si pemuda memutuskan untuk bertindak lebih jauh. Si pemuda akhirnya bertemu dengan si wanita dan dia berkata
" Aku ingin bertanya sesuatu denganmu kawan"
" Apa itu " tanya si wanita
" Aku mengenal seorang gadis dan aku mencintainya. Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Apa kau bisa membantu, sebenarnya apa yang paling di inginkan dan aku bisa membahagiakan nya" kata si pemuda
"Hahaha, baiklah, yang diinginkan seorang wanita adalah seseorang yang mencintainya dengan tulus, sebuah cinta yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, tidak ada yang diinginkankan seorang gadis lebih dari itu" kata si wanita
Si pemuda semakin mencintai gadisnya, dia selalu terbawa mimpi-mimpi dalam, yang selalu hinggap didalam tidurnya, cinta yang selalu menghiasi pikirannya, sampai terkadang wajah sang gadis seolah tergambar denga senyuman di hadapannya. Dia memutuskan untuk selalu bersama dengan si gadis dan menunjukkan cintanya kepada sang gadis melalui jati dirinya yang lain. Namun, Tuhan mengatur cerita lain untuk si pemuda. Si pemuda memutuskan untuk mengucapkan cintanya, namun sebagai jati diri yang lain.
" Aku mencintaimu " sebuah kalimat yang keluar dari mulut si pemuda, sebuah kalimat yang sangat sulit dikatakan jika menggunakan jati dirinya yang sebenarnya.
" Apa maksud mu, apa yang kamu katakan? " tanya si wanita
" Aku tahu, aku adalah seseorang yang bodoh untuk mengatakan ini, tapi aku harus jujur padamu, aku mencintaimu wajahmu selalu terbayang dal mimpi-mimpiku dan senyumu selalu hinggap dalam pikiranku, sehingga aku menyadari bahwa aku mencintaimu. Maaf, aku tak ingi kau salah sangka, aku hanya ingin aku tau kalau kau adalah seseorang yang istimewa dihatiku, dan aku selalu seperti itu aku tidal peduli apakah kau mencintaiku atau tidak namun aku hanya ingin kau tau jika aku mencintaimu, " kaya si pemuda dengan nada yang halus dan lembut untik menyakinkan sang gadis.
Sang gadis menenteskan air matanya, dan bergegas pergi dengan si pemuda, tak lama kemudian dia membalikkan pandangannya ke si pemuda dengan menatapnya denga tajam, " buang cintamu untukku, hanya akan ada kesedihan dalam cinta, " ucapnya singkat.
Si pemuda sedih dengan apa yang di dengarnya, dia menyadari be tapa bodohnya dirinya, dia membuat si gadis kembali ber sedih.
Malam kompetisi tari berpasanagan pin di mulai si gadis naik ke panggung, namun si pemuda tak kunjung muncul, tanpa di duga, si pemuda muncul sebagai jati dirinya yang sebenarnya, seorang pemuda kuno dan membosakan. Sang gadis terkejut melihat siapa yang dihadapannya, dia masih tidak percaua, namun sudah terlambat until mempercayainya.
Dalam tarian si gadis perlahan mulai menyadari siapa yang menjadi pasangannya, perlahan dia sadar bahwa selama ini pemuda yang selalu membuatnya bahagia adalah pemuda yang sama yang selalu mengingatkannya akan kesedihannya, seorang pemuda yang kuno dan membosakan itu. Akhirnya Tuhan memutuskan, akan mengakhiri kisah cinta ini dengan akhir yang bahagia.
" Apa ini, " tanya si wanita setelah kompetisi berakhir, matanya mulai menenteskan air mata, sang pemuda tak sannggup menjawab apa yang dikatakan sang gadis, "mengapa kamu mampu memberikan cintaku padamu, aku yang selalu memjauhimu, namun kau justru membuat ku bahagia, apa ini?, katakan padaku untuk apa semua ini?, " matanya kembali, air mata di pipinya kembali berlinang.
" jawabannya mudah sekali, kau mengatakan bahwa hanya ada sakit dan kepedihan dalam cinta, aku ingin membuktikan cinta itu adalah kebahagiaan. Aku mencintaimu dan aku tidak bisa sebelum melihat senyum indah darimi, aku tersiksa jika melihat kau menangis dan jatuh dalam kesedihan. " apa ini?, aku mohon jangan menangis," kata si pemuda sembari mengusap air mata di pipi sang gadis, tanpa terasa sang pemuda juga meneteskan air matanya, " aku mencintaimu, itu adalah alasan semua ini, " sambung si pemuda.
" Dan aku juga memcintaimu," jawab sang gadis, kemudian mereka berpelukan,mengungkapkan kasih mereka, si pemuda mendapat mimpi yang diinginkannya, membuat sang gadis kembali bahagia dengan senyumannya yang manis,menjadi seorang yang dilihatnya pertama kali dan merasa jatuh cinta padanya.
Jeritan Hati Kecil
Di sebuah desa Padusan ada 2 saudara bukan saudara sih tapi sepupu.Mereka sejak kecil selalu bersama.Mereka bernama Tirta dan Nuri,Tirta kakak sepupu Nuri yang tinggal di sebrang jalan. Rumah mereka tak terlalu jauh kurang lebih 1 Km. Kebiasaan Nuri yang selalu dimanja dalam keluarga membuat ia jera akan keadaan itu.Pada suatu hari Nuri diajak Tirta pergi untuk memungut kayu diperbukitan.
"Nuri sini ngapai berdiri di situ? " kata Tirta
"Iya aku datang " sahut Nuri dengan hati riang
Setelah menelusuri ke seluruh penjuru tiba-tiba
"Aaaa.,..!!! " teriak Nuri "Ada apa, kenapa kamu menjerit ?" kata Tirta "aku melihat ular, aku takut" Tirta melirik ke sekeliling mereka tetapi Tirta tak menemukan seekor ular disana. Sejak kejadian itu ia tak ingin lagi mengajak Nuri untuk ikut dengannya.Karna perlakuannya itu akan membuat sang ibu Nuri marah.Suatu hari Tirta bertemu Nuri "Ri.. Aku pamit ya.. " kata Tirta " Mau kemana ko pamit " sahut Nuri "Gak ke mana-mana sih cuma mau pergi ke pondok pesantren ajh.. Hehehehe" ujar Tirta "trus kenapa harus pamit" tanya Nuri "Ya.. Setidaknya aku kasih tau sama kamu biar kamu gak nyariin aku" jawab Tirta " Owh gitu ya.. Oky.. Kamu ke pondoknya lama? " tanya Nuri "Entahlah,aku gak tau akan kah lama atau tidak "Mengapa seperti itu.. ? " tanya Nuri " Emang seperti itu " ucap Tirta "Hem.. Baiklah"
Tahun telah berlalu Nuri tak pernah ada kontak dengan Tirta yang di pndok pesantren.Nuri mempunyai keinginan ketika ia sudah lulus sekolah dia ingin pergi ke pondok untuk mengaji bersama Tirta. " Bu.. Bsok kalau Nuri sudah lulus sekolah boleh gak Nuri pergi ke pondok pesantren" "Tentu saja boleh sayang, mau ke pondok pesantren mana ? " tanya sang ibu " kalau boleh Nuri ingin di pondoknya Tirta aja bu.. " jawab Nuri
Akhir tahun ini Nuri lulus sekolah dengan nilai yang cukup baik.Kedua orang tua Nuri bangga dengannya.Ia sudah tak sabar untuk pergi ke pondok pesantren yang ia tunggu yaitu bersama Tirta disana.Ketika sampai disana Nuri menjumpai Tirta segera ia menyapanya. "Tirta... " ucap Nuri Tirta membalikkan badan dan mengernyutkan keningnya " siapa kamu tahu nama aku darimana" sikap Tirta kini berubah.Nuri sedih dengan sikap Tirta kini berbeda.Sekian lama kebahagiaan yang ia tunggu kini berbalik menjadi kesedihan yang tak tertahankan.
" kenapa sekarang ia berbeda.. Ia bukan seperti Tirta yang dulu aku kenal" dengan nada yang terisak-isak.Tiba-tiba ada seseorang yang mendekati Nuri."kamu kenapa kok nangis? " mendengar itu Nuri kaget, segera ia mengusap air matanya. "Tidak apa-apa" jawab Nuri dengan wajah senyum. "Katakan saja tak apa" tanya si dia Nuri menjawabnya " Tidak.. Aku tidak apa" segera ia meninggalkan dia dan berlari menuju kamar.
Suatu hari disaat Nuri sedang ngobrol asik dengan temannya ia menjumpai Tirta yang lewat di depannya.Dengan sengaja Tirta menyenggol kaki Nuri."Aduh .. Maksud kamu apa, apa salah aku kenapa kamu menyakiti kaki ku?? "aku sepupumu" ujarnya dengan nada yang halus. Tirta tak memperdulikan apa yang di katakan Nuri. Tak semua orang mengetahui bahwa Nuri dan Tirta adalah saudara sepupu.
Sikap Tirta begitu egois akan dirinya sendiri sampai-sampai ia memfitnah yang tidak-tidak dengan Nuri. Mendengar itu hati Nuri merasa sakit hatinya hancur. Semua teman yang ada di pondok sudah mengetahui akan sikap dan sifat Tirta yang begitu angkuh dengan kepintaran yang ia miliki. Meskipun Nuri difitnah yang tidak-tidak ia masih tetap bahagia dengan teman di sekelilingnya yang selalu ada untuknya. Dia selalu bersabar menghadapi sikap Tirta yang begitu egoisme. Dalam hatinya berkata "bahwa Tirta pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah ia lakukan kepadanya".
Percayalah tidak ada skenario Tuhan ciptakan tanpa diselipkan hikmah didalamnya.,




