Salma teringat kedua sahabatnya, Tania dan Selly. Salma ingin minta maaf . Ternyata hanya mereka yang benar-benar peduli terhadap Salma. Hanya mereka yang tulus menyayanginya.
Tuhan, apa ini karma dari-Mu karena aku telah menyia-nyiakan kedua sahabat ku. Tanya Salsa dalam dirinya.
Dengan menyakitkan hatinya, Salama lalu menenuuTania dan Selly yang tengah makan berdua dikantin. Jantung Salma berdetak cepat.
Ada perasaan takut, tapi memenag dia bersalah. Dan wajar kalau Tania dan Selly marah padanya. Karena sikapnya memang sudah sangat keterlaluan.
Saat Salma mendekat, Selly mengacuhkannya. Dua sudah cukup terluka dengan katakutan. Sudah meragukan apa yang diucapkannya. Walaupun sekarang Selly sudah tahu kenyataannya.
Selly dan Tania sama srkaki tak menanggapi Salma yang duduk disamping mereka. Salma cukup tahu diri. Namun dia terlalu bingung, harus bicara apa,? maaf?Apakah Tania dan Selly mau memanfaatkannya.
"Tania, Selly aku mau minta maaf. Aku tahu selama ini aku salah, aku lupa sama kalian dan aku meragukan kalian. Sekarang aku minta maaf" kata Salma panjang lebar.
Tania dan Selly pura-pura mengacuhkannya. Walau sebenarnya mendengarkannya. Mereka hanya ingin memberi sedikit pelajaran saja pada Salma.
"Oke, aku ngerti kalau kalian belum bisa maafin aku. Tapi, aku benar-benar minta maaf, aku tahu kalau aku salah. Dan kalau pun sekarang kalian nggak bisa maafin aku, aku anggap semua itu adalah hal yang paling wajar, karena aku yang salah, " lanjut Salma dan menahan isaknya.
"Sekarang mataku baru terbuka. Aku sadar hanya kalian yang benar-benar tulus sama aku. Sayang sama aku dan semua yang kalian lakukan kepada ku adalah demi kebaikan ku" kata Salma kembali
Merasa kehadirannya tak dihiraukan oleh kedua sahabatnya, Salma lalu pergi. Tangis Salma pun membuncah.
Dikoredor sekolah, Salma berpapasan dengan Endi.
"Salma" kata Endin yang sebenarnya ingin memberi perhatian sama Salma. Tapi Salma menolaknya. Hatinya sudah tidak bisa menerima perhatian Endi.
Tania dan Selly saling berpandangan. Sebenarnya, mereka juga tidak bisa membiarkan Salma seorang diri dalam keadaan kalut seperti ini.
"Sekarang Salma tengah terlua. Dia udah inget sala kita, siapa sahabatnya, " kata Selly pada Tania
"Iya, dia inget pada kita, dan kini dia tengah terluka bukan, ? " jawab Tania
"Sekarang dia sudah tahu siapa sebenarnya Faniya bagaimana Endi? " kata Selly
Selly dan Tania terdiam. Lalu, mereka barpandangan dan mengangguk-anggukan kepala.
Didalam kelas, Salma menangis seorang diri. Mengapa semua ini harus terjadi padanya? Kisah cintanya, persahabatannya. Semua ini tak adil untuknya semua ini merasa menyakitkan untuknya. Salma tidak sanggup melewatinya.
Salma mengambil diarynya, lalu mencurahkan semua isi hatinya karena, saat ini hanyalah diary yang menjadi sahabat setianya. Yang mendengarkan segala keluh kesahnya.
Selly dan Tania menghampiri Salma yang tengah duduk di kursinya. Selly dan Tania tersenyum memandang. Salma yang wajahnya sembab karena terlalu banyak menangis.
Salma memandang kedua sahabatnya. Silla mengangguk dan mereka lalu berpelukan.
Wajah sendu Salma berubah menjadi riang. Sahabatnya telah memaafkannya. Kini dia tak sendiri lagi.
"Hmm.. Hmm" Tania berdehem
"Apa ? " tanya Selly dan Salma
"Iya iya lanjutinaja pelukannya,anggap aja aku gak ada, " kata Tania
"Hahahahanan" mereka tertawa bersama
"Selly, Tania maafin aku ya, aku janji gak akan ngulangi kesalahan ku yang sama "
"Gimana ya.. Maafin gak ya.. Tapi ada syaratnya.. " kata mereka berdua
"Kok gitu sih pake ada syaratnya segala" kata Salma
"Iya lkh.. Kalu kamu gak mau ya udah gak masalah ko kita-kita gak akan maafin kamu" ancaman mereka berdua untuk Salma
"Iya deh aku pasrah, apa syaratnya? " kata Salma
"Buruan jangan buat penasan dong" kata Salma
Ternyata kehadiran Tania dan Selly mampu menyisihkan sedikit luka yang tengah dirasakannya. Kehadiran Tania dan Selly membuat tenang hatinya.
"Hmmm.... Syaratnya adalah......, " ucap Selly menggantung
Salma semakin deg-degan ditambah rada penasaran.
"Syaratnya.. " kata Selly kembali menggantung
"Apa Selly.. Jagan kaya gitu! " kata Dalam
"Syaratnya kamu gak boleh nangis kamu gak boleh sedih dan kamu harus ceria seperti dulu" kata Tania tiba-tiba.
Salma mengulang senyumannya. Lalu kembali berpelukan. Hatinya merada riang. Ternyata hanya Tania dan Selly lah sahabat sejatinya.

