Tampilkan postingan dengan label Cerpen Tabir-tabir Dalam Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Tabir-tabir Dalam Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2022

Tabir-tabir Kaca Dalam Kehidupan


 Kehidupan tak semudah yang kita bayangkan begitu banyak cobaan yang tiba-tiba datang tanpa diundang. Ujian tanpa nilai ini, membuat kita banyak belajar dalam setiap ujian yang Allah beri. Siap atau tidak dalam menghadapinya kita harus menerimanya. 

Dalam setiap orang memiliki cobaan yang berbeda-beda seperti kehidupan Sani yang memprihatinkan. Beda dengan teman Sani yang berkecukupan. Untungnya Sani walaupun temannya berkecukupan tapi dia tak pandang derajat ataupun harta. Tepat didepan rumah Sani mereka berpapasan, temanya bernama Mitas. 

"Hai San.. " sapa Mitas

"Hai Mit.. Kamu mau kemana?? " tanya Sani

"Mau ke rumah nenek di jakarta" jawab Mitas

"Wah senengnya mau ketemu nenek" kata Sani sambil tersenyum

"Kamu mau ikut gak..?? Mumpung kosong kursi mobil aku nih.!! " kata Mitas

"Sebenarnya aku pengin ikut tapi.. " jawab Sani dengan nada rendah

"Tapi kenapa ...??? Ada apa bilang aja!! " perintah Mitas

"Aku gak tega ninggalin ibu sama adiku sendirian di rumah., sebenarnya aku pengin liburan seperti kamu " jawab Sani

"Ya udah kamu ikutan aja gak papa, nanti aku yang bilang sama ibumu" kata Mitas

"Jangan.. Gak usah.. Kamu gak perlu seperti itu gak usah repot," kataku sambil tersenyum

Setelah mereka lama berbicara ajakan Mitas ditolak dengan Sani. Padahal Mitas berharap Sani bisa ikut liburan bareng dirumah neneknya. Mereka sejak kecil selalu bersama apapun itu keadaannya, tapi karena sekarang ibu sudah semakin tua membuat ia berfikir untuk membantu ibunya dirumah. Sani juga sempat berfikir untuk bekerja, tapi karena usianya yang kurang dewasa membuat ia susah untuk mencari pekerjaan. 

Suatu malam yang larut, sinar bulan yang memancar menjadi teman Sani untuk berkeluh kesah. Selama Mitas pergi liburan dirumah neneknya kini hanya bintang-bintanglah yang menjadi teman curhatnya. 

"Bintang.. Aku bingung dengan semua ini?? Aku berharap sangat banyak, tapi tak mudah untuk menggapainya. Keinginan ku terlalu mewah.. Ingin ini ingin itu.. Tapi itu tak mungkin, semua itu mustahil bagiku. Hanya khayalan belaka. Tuhan.. Aku muak dengan semua ini kenapa ini terjadi padaku kenapa harus aku. Aku ingin seperti teman ku hidup mewah,berkecukupan semua apa yang diinginkan terpenuhi" kata Sani sambil melihat bintang


"AKU BOSANNN!!!!! " teriak Sani sekencang-kencangnya

Mendengar itu Ibu tak tega, melihat Sani sengsara dengan kehidupannya yang serba kurang. Untung saja teman-teman Sani tak pandang harta. Ibu Sani tiba-tiba memeluk Sani dari belakang. Sani pun terkejut dengan pelukan ibunya yang tiba-tiba. 

"Ibu.. Apa ibu sudah lama di belakang Sani, apakah ibu mendengar semua apa yang di katakan Sani bu..??? " tanya Sani

"Iya sayang.. Ibu mendengar semuanya. Maafin ibu ya San.. Tak bisa memenuhi semua keinginan mu!!" kata ibu sambil terisak

"Maafin Sani ya bu , Sani terlalu egois dengan semua keinginan Sani yang berkingin hidup mewah " kata Sani sambil menangis

"Tidak sayang ..kamu tidak salah.. Ibu yang salah sebagai orang tua belum bisa bahagiain kamu sepenuhnya" jawab ibu sambil menatap mata Sani

"Tidak bu Sani bersyukur dengan semua ini, bu maafin Sani, ibu tak perlu susah payah menuruti semua apa yang Sani mau. Ibu selalu bersama Sani pun aku sudah bahagia bu" kata Sani 

"Iya sayang, Ibu juga bahagia bisa selalu bersama dengan mu ., ibu berjanji jika ibu punya rezeki yang cukup untuk bepergian, kita liburan bareng sama adik kamu juga ya " bujuk ibu

" Sudah lah bu jangan memikirkan itu, kita jalani saja sesuai alur ceritanya" kata Sani

Setiap kehidupan pasti ada cobaan tergantung kita bisa mengatasi atau tidak. Kekayaan yang tak akan selamanya kekal bersama kita membuat kita naif dengan duniawi.