Tanpa ku sadari hati telah berganti, suasana yang biasanya mendung kini berganti cerah dan biru. Mulai hari ini dia akan memulai kebahagiaan dengan pasangannya. Pasangan yang selalu menemani dia disaat bahagi maupun duka. Mereka bernama Dian dan Toni.
"Terima kasih kau selalu ada untuk ku, mau menerima ku dengan sepenuh hatimu , akan semua kekuranganku" kata Dian
"Iya ayy" jawab Toni
Ayy adalah panggilan kesayangan Toni untuk Dian sudah bertahun-tahun ia bersama sehingga ia sudah nyaman dengan panggilan itu. Mungkin jika didengar kata Ayy itu lucu, tapi bagi mereka tidak.
"Sekarang kita sudah bersatu setelah sekian lama dimana saat-saat yang kita tunggu akhirnya sudah tiba, kita sudah melampauinya" kata Toni
"Aku juga gak menyangka bahwa kita akan seatap bersama" kata Dian dengan senyuman
Setelah sekian lama banyak masalah yang ia jalani kini telah berakhir dengan kebahagiaan. Mulai hari ini mereka akan memulai semuanya dengan kebahagiaan. Mereka akan membangun keluarga yang ia dambakan sejak ia berpacaran.
"Sekarang kita mulai semuanya dari nol y., Ayy.. " kata Toni
"Iya mas.. Kita bangun semua rencana mulai dari nol sekarang" jawab Dian
"Iya ayy ku sayang.. " kata Toni
Hari-hari yang telah mereka lewati, dimana saling menarun kepercayaan satu sama lain. Walaupun pekerjaan Toni jauh sehingga mereka tak bisa sering ketemu, tapi komunikasian mereka tak pernah putus.
"Ayy., maaf ya sekarang mz ada metting tapi jauh gak papa kan kamu aku tinggal?? " tanya Toni
"Iya gak papa mz.. Itu kan emang pekerjaan kamu yang gak bisa d gantikan sama orang lain, bagiku gak masalah mz" kata Dian
"Jujur., sebenarnya berat meninggal kan mu Ayy apalagi aku perginya lama" kata Toni
" Sudah lah jangan dipikirkan, semuanya akan baik-baik saja"jawab Dian untuk percaya dengannya.
Kini tibanya dimana Dian akan ditinggalkan Toni dalam waktu yang bisa dibilang lumayan lama.
"Ayy.. Aku pamit ya.. Jaga dirimu baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa langsung kabari aku" kata Toni
"Iya maz.. Aku akan menjaga diriku baik-baik untuk mu, kamu juga ya jaga dirimu baik-baik untuk ku" kata Dian mengingat kan Toni
Kini hari-hari Dian kesepian , rumah yang biasanya berdua kini tinggal 1 orang. Suasananya sepi seperti kuburan. Tiba pagi hari Dian terasa pusing juga mual yang tak bisa di tahan kan. Ia bingung dengan keadaannya ini, Dian kira mungkin hanya sakit biasa yang akan sembuh jika dibawa tidur.
"Astagfirullahh..kepalaku pusing sekali, apa yang terjadi. Sudah berapa kali aku seperti ini" batin Dian
Dian memutuskan untuk pergi kerumah sakit, memastikan apa yang terjadi dengannya.
"Gimana dokk..??? Apa yang terjadi dengan saya, saya sakit apa?? Padahal saya sudah makan sesuatu aturan dok" kata Dian
"Selamat bu.. Anda sedang mengandung, umur kandungan ibu sudah 2 minggu. Masalah kemarin ibu mual sama pusing itu bawaan dari bayi" kata Dokter
"Benarkah dok, apa yang dikatakan dokter itu gak bohong?? " tanya Dian
"Benar ini ini hasil USGnya ibu liat sendiri?? " kata dokter
Dengan pelan Dian melihat USG yang di kasih dokterz. Ia terharu melihat ada gumpalan kecil di dalam perutnya yang membuat ia mual. Mendengar ini pasti Toni akan bahagia, tapi ia berencana tidak akan memberitahu Toni. Dian ingin memberitahunya ketika Toni sudah pulang untuk surprise. Sekian lamanya Dian menunggu kepulangan sang suami, akhirnya telah tiba tepat pagi ini Toni pulang.
"Assalamu'alaikum wr.wb.. Ayy " kata Toni
"Wa'alaikmus salam wr.wb. mz " jawab Dian
"Kamu dah pulang maz,? " tanya Dian
"Iya ayy, gimana kamu sehat kan ? " tanya Toni
Dian tak langsung menjawab tetapi ia palah menydorkan seberkas coklat pada Toni.
"Apa ini, ini berkas ap?? " tanya Toni
Lalu Toni melihat bahwa itu berkas dari rumah sakit. Ia berfikir Dian sakit parah sampai-sampai harus diUSG .Seketika Toni menangis terharu lalu memeluk Dian.
"Kamu hamil ayy?? " tanya Toni
"Iya maz.. Aku sedang mengandung anak kita. Umur anak kita kini jalan 4 minggu"jawab Dian
" Alhamdulillah ayy, aku bersyukur banget akhirnya kita mendapatkan turunan" kata Toni
Dengan datangnya sang bayi dalam perut Dian membuat Toni tidak ingin meninggalkan Dian jauh-jauh. Kini ia akan menjaga Dian sampai sang bayi lahir. Untuk menyambut kedatangan sang pelengkap hidup mereka berdua.

