Satu kata yang tertuai dalam hidup tak semudah yang dibayangkan. Semua butuh proses, ada beberapa langkah yang harus dilalui. Ingin mengambil jalan pintas, tapi terkadang jalan pintas tak sesuai dengan yang diinginkan. Perjalanan hidup tak segampang yang dikatakan.
Semua orang mempunyai kebutuhan, tapi tak semua bisa terpenuhi dengan begitu saja. Waktu terus berputar hari telah berlalu, untuk menyambut sang pejuang.
Dalam perjuangan butuh pengorbanan. Seperti Udin yang begitu memperjuangkan cintanya.
Pengorbanan si Udin yang begitu besar, tak mungkin di sia-siakan begitu saja. Si Eneng mengaguminya bukan karna dia tampan tapi karna sifatnya yang membuat nyaman.
"Terimakasih untuk semua apa yang kamu lakukan kepadaku " kata Eneng
"Berterima kasih untuk apa, emang apa yang telah aku lakukan kepadamu?? " tanya si Udin
"Kau telah banyak membantu ku.. Tak cuma sekali atau dua kali kau selalu ada untukku.. " jawab Eneng
"Itu sudah tugasku untuk menjaga mu, disaat kau membutuhkanku,aku berusaha akan selalu ada untukmu" jawab Udin dengan senyuman
Mendengar jawaban itu hati Eneng bergetar,jawaban yang tak di sangka, membuat hati Eneng tak ingin kehilangan. Kata Terima kasih tak bisa menggantikan pengorbanan Udin yang begitu tulus kepada Eneng.
" Maaf kan aku yang selalu merepotkanmu, dan membuatmu lelah karna ku" kata Eneng
"Sudah lah tak perlu kamu berkata seperti itu, sungguh aku senang kalau direpot kan oleh mu, apalagi kau adalah orang spesial dalam hidupku " kata Udin sambil mengelus rambut Eneng
"Sungguh... !! Kamu tak bercanda bukan? " tanya Eneng
"Sungguh.. Aku tak bercanda untuk apa aku bercanda denganmu akan hal itu,. Aku berkata jujur " jawab si Udin
"Tapi ... Sekali lagi terimakasih, aku tak ingin kehilanganmu" kataku dengan berkaca-kaca.
"Kenapa.?Memangnya kamu anggap aku ini siapa,.?orang lain? " tanya si Udin
Eneng terdiam, tanpa menjawab sedikitpun. Eneng bingung harus menjawab apa. Pertanyaan itu membuat Eneng sadar betapa pentingnya diri Eneng untuknya sampai ia mau berkorban.
"Kau adalah penyemangat dalam hidupku, kau orang penting dalam jiwaku ., semua yang kau lakukan sungguh berarti untuk ku" jawab aku
"Ku tau apa yang akan kamu jawab,. Tolong jagalah hatimu untuk ku" kata si Udin
"Akan aku jaga hatiku untukmu" kata Eneng
"Jangan pernah kau berniatan untuk meninggalkan ku, aku bersungguh-sungguh denganmu dalam hal ini aku tak ingin bermain-main" kata si Udin
"Aku berjanji dengan mu aku tak akan meninggalkan mu.. walau banyak masalah yang menghampiri akan ku selesaikan dengan baik-baik dengan mu , aku ingin kau memahami akan semua keadaan ku " kata Eneng
"Aku paham akan semua keseharianmu, aku memahami akan keadaan mu, bagiku tak masalah untuk ku" jawab Udin
Eneng bersyukur bisa memiliki kekasih yang mengerti akan semua hal tentangnya, apalagi mau menerima semua kekurangan dan kelebihan yang Eneng miliki. Eneng tak bisa memberikan apa-apa untuk si Udin . Hanya berdoa dalam sepertiga malam yang bisa Eneng lakukan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu senantiasa dalam lindungan-Nya. Sebuah hubungan yang Eneng jalani berakhir bahagia.

