Tampilkan postingan dengan label Kenangan Waktu Senja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan Waktu Senja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2022

Kenangan Waktu Senja


 
Hari-hari bersamanya sangat penting dalam hidup ini. Tak ada yang bisa menggantikan kehadirannya. Ku sempatkan waktu untuknya, walaupun diriku sibuk. Penantianku atas kehadirannya tak akan sia-sia. Terimakasih kau telah menyempatkan waktumu untuk ku. Padahal waktu itu kau sedang dalam keadaan sulit. Demi menuruti kemauanku kamu kamu rela mengorbankan waktumu. 

Kebersamaan ini akan selalu ku ingat sampai kapanpun. Perjalanan yang kita lalui bersama akan menjadi cerita dalam kisah kita. Hubungan yang telah kita jalani selama ini sudah begitu banyak masalah yang menimpa pada kita. Dengan sabar kau menyikapi masalah ini. Atas perlakuan yang telah diriku perbuat. 

Waktu itu kita pergi bersama untuk menghilangkan semua masalah yang ada, untuk menghapus memori masa lalu pada diri kita. Tapi karena waktu yang singkat sehingga kita tak bisa berlama-lama untuk bersama. Langit yang putih dan hitam bercampur menjadi satu tanpa sebercak warna biru dikala itu. Berjalan kesana kemari tak tahu arah, yang penting kita dapat menghilangkannya. 

Kicauan burung serta desiran angin sore membawa angin dingin pada waktu itu. Sehingga kau dekap diriku  dan memberikan kehangatan yang ada. Kehangatan yang kau berikan membuat ku nyaman. Hati merasa tak ingin jauh dari dirimu. Rasa nyaman yang kau berikan tak ada yang bisa menggantikannya. Pelukan yang begitu erat membuat semakin yakin dengan hubungan yang telah kita jalani. Pelukan ini menjadi tanda bukti bahwa kau tak ingin kehilangan sosok diriku. Sebaliknya diriku pun juga tak ingin kehilangan dirimu. 

Aku tak ingin kehilangan cintaku yang kedua kalinya, cukup satu kali dan yang sekarang aku jalani akan menjadi yang terakhir. Aku sangat berharap padamu untuk tidak mengkhianati cintaku, kesetiaan ku yang tulus mencintaimu. Aku menyayangimu tak pandang kekurangan atau kelebihan dari dirimu. Ku mencintai dan menyayangimu tulus apa adanya bukan ada apanya. 

Jangan kau sakiti dan lukai hati ini. Cukup sekali hati ini tergores luka. Aku sekarang akan membuka hatiku untuk dirimu. Jagalah hati ini sebagaimana kau menjaga dirimu. 

Waktu ini dan senja ini akan menjadi saksi kesetiaan ku padamu.