Tampilkan postingan dengan label Diary Berujung Benci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary Berujung Benci. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Agustus 2022

Berujung benci


 


Aku bingung dengan semua kisah yang begitu banyak cerita. Alur cerita yang bisa dikatakan rumit ada juga yang mengatakan tidak. Semua itu tergantung pada orang yang menjalankannya.Termasuk diriku ini,kini ku sedang mengalaminya.Dulunya berharap bisa bahagia dengannya. Tapi Tuhan berkata lain, itu hanyalah sebuah agan-agan ku yang tak akan terjadi. Rasa yang dulunya tak ingin kehilangan sosoknya tapi kini berakhir menyakitkan .. 

Kebahagiaan yang telah ku ukir jika ku bersamanya kini tinggal apalah aku tak tahu. Pertama kali ku mengenalnya sungguh ku terkagum-kagum dengannya. Sosok yang baik, cerdik, tak kenal lelah, pekerja keras, semuanya ada pada dirinya. Hanya satu yang belum aku tahu sifat dia karena ku belum terlalu mengenalnya. Aku belum mengetahui yang sebenarnya seperti apa dirinya. 

Seiring berjalannya waktu, karena ku selalu bersamanya tak lama ku tahu sifat asli dia seperti apa. Sifat yang tidak ku sangka. Ku kira dia lemah lembut, tapi semua dugaanku salah. Sifatnya yang tak penyabar dan keras kepala membuat ku benci dan enggan bersamanya. Dia manis didepan orang yang ia sukai, beda lain dengan orang yang dia tak sukai. Sifatnya yang bermuka dua sungguh membuat ku bosan. Ku benci dengannya. 

Jika ada masalah dia tak pernah menyelesaikannya dengan kepala dingin, tapi dengan keemosian yang ia kuasai untuk menyelesaikan masalah. Itulah salah satunya sifat dia yang tak aku sukai, bertindak semaunya. Jangan pikir karena pangkatnya yang tinggi ataukah jabatannya itu semua bagiku tak ada hubungannya. Walaupun ada masalah.. Ayolah kita selesaikan bersama-sama gimana baiknya dan kedepannya seperti apa. 

Aku ingin jika ada masalah janganlah berkata yang tidak dari mulutnya terutama kata-kata yang tak bermutu. Memang tak selamanya lelaki itu akan salah adakalnya perkataan lelaki itu benar dan bijak ketika dia meletakkannya pada tempat yang tepat. Untuk orang seperti ku aku tak bisa jika harus menghadapi orang seperti dia. Aku menginginkan kan orang yang perhatian pada ku, mengerti akan diriku, memahami apa yang ku mau. 

Cukup sekian semua masalah yang ia lakukan padaku, ku ingin jauh-jauh darinya. Ku tak ingin melihat wajahnya. Rasa cintaku kini sudah tertutup rapat karenanya. Cukup untuk semua yang ia lakukan padaku membuatku sangat benci padanya. Ini menjadi pelajaran bagiku untuk lebih berhati-hati dalam masalah hati.